2019. Tahun ini dunia dihebohkan dengan beredarnya video-video di internet, siaran televisi dan majalah-majalah cetak dunia memperlihatkan seseorang yang sedang berdiri di sebuah stasiun kereta tiba-tiba ambruk, kejang-kejang dan entah ia meninggal dunia atau tidak, adapula yang menggambarkan tentang suasana rumah sakit yang penuh sesak, koridor-koridor dipenuhi pasien-pasien yang tidak sadarkan diri, batuk dan meringis memohon pertolongan tenaga kesehatan, sementara tenaga kesehatannya panik dengan lonjakan pasien yang begitu banyak membuat mereka kewalahan, kehabisan alat pelindung diri, obat-obatan dan berakhir pada ketakutan yang mengakibatkannya berakhir menjadi seorang pasien.
Covid-19, wabah yang konon berawal dari sebuah pasar hewan di Wuhan Cina yang menjajakan berbagai macam jenis hewan, mulai dari yang tidak beracun hingga memiliki bisa yang mematikan, dari yang ompong tak bergigi hingga yang bertaring panjang dan tajam, ada yang merayap, berjalan, berenang dan bersayap. Pengolahan hewan yang tidak bersih dinilai menjadi penyebab virus ini tercipta.
Sejak awal epidemi di Wuhan merajalela, Pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya antisipasi dengan memperketat dan mempersempit ruang gerak wisatawan-wisatawan dari luar negeri yang hendak berkunjung ke Indonesia dengan melakukan karantina guna memastikan bahwa mereka yang masuk ke Indonesia tidak terinfeksi virus Covid-19. Namun virus yang menular melalui udara (droplet) dari penderita yang terinfeksi menyebabkan virus ini menyebar sangat cepat, secepat berita kedatangannya tayang di media-media massa. Pemerintah kita tak mampu membendungnya hingga negara yang terdiri dari gugusan pulau-pulau ini terpapar dan terkapar dengan cepat. Kekhawatiran yang terjadi dimana-mana membuat pemerintah menjalankan langkah taktis dengan memerintah para kepala daerah untuk melakukan karantina wilayah dan memaksa seluruh masyarakat teteap berada dirumah dan melakukan segala aktifitasnya dirumah. Dan tentunya kebijakan ini juga berdampak pada anjloknya perekonomian negara, banyak perusahaan yang merugi sehingga melakukan PHK besar-besaran untuk menyelamatkan perusahaannya dari pailit yang mengakibatkan banyak karyawan yang menjadi pengangguran tanpa diberi kompensasi.
Lalu bagaimana dengan mereka yang setiap harinya mencari nafkah dengan berjualan dipasar, pengasong dan pengamen? jelas kebijakan dirumah saja ini mematikan mata pencaharian yang selama ini menjadi penopang hidup mereka. Namun apa boleh buat, mereka harus tetap kuat melalui cobaan yang datang ini walau anak istri harus merasakan sedikit kelaparan karena sumber mata pencahariannya tidak berjalan selama berada dirumah.
Belum lagi dampak terhadap dunia pendidikan, pelajar yang awalnya menjalani proses belajar tatap muka beralih pada pembelajaran secara online, sistem pendidikan dengan kebijakan yang baru ini dinilai tidak efektif dikarenakan kurangnya interaksi mengakibatkan hubungan emosional kurang terjalin, juga potret seorang pelajar yang tertidur saat proses pembelajaran menjadi perbincangan hangat di jejaring sosial, mereka sangat aktif memberi komentar yang sebagiann besarnya adalah bullian, yahh mereka tak ada kegiatan lain lagi selain berselancar di media sosial, interaksi sosial yang melibatkan emosi tidak terjalin sehingga kegiatan bullian semacam itu dianggap sebagai hal yang wajar-wajar saja.
Ditengah-tengah keresahan itu berbagai macam spekulasi pun muncul. Pandemi ini disangkut pautkan dengan salah satu upaya Kaum Yahudi untuk mempercepat kedatangan Mesiah sang juru selamat yang tak lain adalah Dajjal dalam ajaran Islam, adapula Teori yang mengatakan bahwa pandemi ini adalah salah satu strategi untuk menghancurkan sistem perekonomian dunia, memaksa negara-negara menambah hutang.
Kita yang sedari awal sudah resah dengan kebijakan-kebijakan pemerintah pun semakin menjadi-jadi, ditambah lagi dengan berita-berita yang menciptakan pro dan kontra tentang penanganan pandemi ini membuat masyarakat geram, marah, tak percaya dan melawan kebijakan pemerintah.
Covid ini ibarat virus komputer yang menyerang dan mengganggu sistem yang ada, merusak server raksasa yang kita sebut sebagai dunia. memaksakan untuk dilakukannya restarisasi sistem yang sekarang kita kenal dengan NEW NORMAL.